Pemkab Batang Dorong Percepatan Vaksinasi Bagi Pelajar SD

 

Batang - Setelah capaian target vaksinasi hingga 71% bagi masyarakat umum, Pemkab Batang mendorong percepatan vaksinasi bagi pelajar tingkat SD/MI dengan target 65 ribu anak.

Bupati Batang Wihaji mengatakan seluruh pelajar SD/MI se-Kabupaten Batang telah didata sehingga target vaksinasi bagi anak terpenuhi.

“Tadi setelah dikomunikasikan, Disdikbud dan Kemenag Batang menargetkan maksimal selesai dalam satu bulan. Kalau bisa dua minggu ya lebih baik, tapi maksimal satu bulan, karena koordinasinya lebih mudah,” katanya, saat ditemui di Kantor Bupati Kabupaten Batang, Selasa (4/1/2022).

Ketua PGRI Batang, M. Arief Rohman mengatakan, vaksinasi yang akan segera digelar untuk siswa-siswi kelas 1-6 SD, supaya tetap sehat dan makin kuat imunnya, ditengah keluarga yang sudah divaksin,” jelasnya.

Ia mengharapkan, vaksinasi yang akan digelar juga menginspirasi institusi pendidikan di semua jenjang dan peserta didik lainnya, supaya mendapat pelayanan vaksin yang baik.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Batang Yulianto mengatakan, vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun sangat penting bagi daya tahan tubuh mereka agar tidak mudah terpapar COVID-19.

“Kami mendorong pihak sekolah untuk bisa memberikan pemahaman kepada orang tua murid, agar bersedia divaksinasi,” terangnya.

Ia menerangkan, Disdikbud merencanakan launching vaksinasi anak usia 6-11 tahun digelar di SD Karangasem Utara dan serentak diikuti SD se-Kabupaten Batang.

“Total anak usia 6-11 tahun yang akan divaksinasi adalah 60.374 anak, dosisnya nanti pakai Sinovac,” ujar dia.

Langkah selanjutnya, akan ditindaklanjuti oleh masing-masing Puskesmas untuk menggelar vaksinasi ke seluruh SD di Kabupaten Batang.

Kasidokkes Polres Batang dr. Cipto Waluyo mengatakan bahwa pihaknya bersama instanai terkait lainnya mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi baik bagi masyarakat umum maupun pelajar.

"Tim vaksinator Polres Batang bersama Kodim 0736 dan Dinkes terus bersinergi dalam percepatan vaksinasi," kata Kasidokkes dr. Cipto Waluyo.