Forkompimda Batang Cek Perayaan Natal Di Gereja

 

Batang - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengecek kegiatan perayaan natal di sejumlah gereja untuk memastikan penyelenggaraan peribadatan dilakukan sesuai protokol kesehatan, Jumat malam.

"Saya selaku kepala daerah atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat natal dan tahun baru meski perayaan dilakukan di tengah pandemi," kata Bupati Batang saat mengecek kegiatan keagaman di Gereja Katolik Santo Yusuf di Batang, Jumat malam.

Menurut dia, pengecekan kegiatan "Safari" Natal ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadinya masalah dan menjaga kerukunan di daerah di saat masa pandemi COVID-19.

"Insya Allah, kita cek sudah sesuai dengan prokes. Semua sudah diatur rapi, tidak terjadi masalah, dan semua berjalan lancar pada saat kegiatan keagamaan," katanya.

Wihaji mengatakan bahwa pemkab siap melayani umat Kristiani yang akan merayakan atau misa natal di gereja .

"Kita pastikan semuanya harus dilayani dengan baik dan tidak ada masalah dalam proses perayaannya sekaligus semuanya lancar. Saya mengajak mari bersama-sama menjaga kerukunan," katanya.

Kapolres  Batang AKBP Mochamad Irwan Susanto mengatakan bahwa kegiatan patroli operasi Lilin Candi 2021 untuk memastikan kondisi dan situasi perayaan natal aman dan kondusif sehingga umat Kristiani dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan baik dan nyaman.

"Kita menjamin ketenangan kegiatan beribadah umat Kristiani sebagai konsekuensi utama bahwa Forkompimda Batang ingin bersama-sama menjamin umat beragama bisa melakukan toleransi dengan baik," katanya.

Menurut dia, pada pengamanan libur Natal dan tahun Baru 2022, pihaknya menerjunkan sekitar 300 anggota bersama forkompinda yang disebar di masing-masing pos penganaman (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di "rest area" dan gereja.

"Kita akan melakukan penjagaan 1X24 jam hingga batas akhir operasi Lilin Candi 2021 selesai. Kami yakini bahwa kondisi situasi dijamin aman," katanya.

Sementara itu, Pastur Yosep Ohoiledwarin mengatakan umat Kristiani siap mendukung program pemerintah yaitu menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat karena pada perayaan natal dilakukan di masa pandemi COVID-19.

"Kita menyadari perayaan ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Oleh karena itu sejak awal saya berpesan pada umat Katolik supaya yang merayakan natal pada malam hari ini harus sehat jasmani maupun rokhaninya," katanya.

Menurut dia, salah satu syarat utama agar semua umat dapat merayakan natal adalah harus divaksinasi sebagai upaya mengantisipasi penularan COVID-19.

"Kami sudah melakukan vaksinasi di Polres Batang guna memastikan umat Katolik sudah divaksin. Bagi mereka yang sudah divaksinasi kami perbolehkan merayakan natal di gereja," katanya.