Pakar Hidrologi Undip ini Apresiasi Kepedulian Lingkungan Polda Jateng Mageri Segoro

 

Semarang - Program peduli lingkungan Polda Jateng Magari Segoro yang akan menanam 1 juta mangrove di Pesisir Laut Jawa Tengah hari Selasa 12 Oktober ,  mendapat respon positif dari pakar hidrologi Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Nelwan Dipl HE.

Pakar lingkungan hidup itu sangat prihatin atas terjadinya abrasi pantai di Demak sudah sangat parah. Untuk menangkal, jalan terbaik menanam mangrove.

"Tanaman mangrove terbukti efektif untuk menahan abrasi air laut. Saya salut dan mengapresiasi tinggi rencana Polda Jateng menanam satu juta mangrove dalam program Polda Jateng Mageri Segoro," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/10).

Prof Nelwan berharap jika mangrove sudah ditanam, banyak pihak harus menjaga dan dilestarikan. Sebab tanaman mangrove punya nilai tinggi dan banyak orang yang mengincarnya.

"Tindaklanjut tanaman mangrove harus dijaga. Mangrove punya nilai ekonomis yang tinggi. Kalau perlu seputar tanaman dipasang CCTV," harapnya.

Profesor Hidrologi itu mengungkap dengan data bahwa ada kemunduran garis pantai di wilayah Demak hingga 5 kilometer, sehingga kerap terjadi banjir rob di wilayah tersebut.

Guru besar Undip itu membeberkan bahwa abrasi pantai di Sayung Demak yang terparah di Indonesia.

Dikatakan, berdasar data penelitian dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP) diketahui, abrasi yang terjadi di Kecamatan Sayung sejak tahun 1994 diperkirakan terbesar di kawasan pantai utara dan selatan Jawa bahkan di Indonesia.

"Luas kawasan yang terkena erosi mencapai 2.116,54 hektar yang menyebabkan garis pantai mundur sepanjang 5,1 kilometer dari garis pantai di tahun 1994," jelasnya.

Adapun dampak banjir rob yang terjadi di kawasan itu menyebabkan kerusakan bangunan tempat tinggal, salinitas air tanah, kerusakan lahan tambak, dan kehilangan lahan.

Serta kerusakan pada kendaraan atau peralatan kerja. Dari data tersebut juga diketahui laju abrasi terbesar yang ada di Sayung terjadi di Desa Bendono.

Parahnya abrasi di Kecamatan Sayung khususnya Desa Bendono, menjadi salah satu pertimbangan Polda Jateng untuk Mageri Segoro yang dipusatkan di desa tersebut.

Di desa tersebut, pada Selasa (12/10) akan ditanam 10.000 bibit mangrove dilanjutkan dengan pemberian bansos pada masyarakat bahari, vaksinasi serta panen kerang.

Selain di Bendono, Polda Jateng juga melaksanakan kegiatan serupa di pesisir laut yang berada di 13 Polres lainnya. Sehingga secara bertahap dan berkesinambungan, satu juta bibit mangrove akan ditanam di sepanjang pesisir Jateng.