Tiga Pilar Utama Penanganan Covid-19 Banyumas, Tinjau Serbuan Vaksinasi Di Kodim

Banyumas – Tiga pilar utama penanganan Covid-19 kabupaten Banyumas dari TNI-Polri beserta pemerintahan kabupaten Banyumas meninjau penyelenggaraan serbuan vaksinasi kepada masyarakat di Makodim 0701/Banyumas, Jln. Jenderal Sudirman No. 204 kelurahan Kedungwuluh kecamatan Purwokerto Barat kabupaten Banyumas. Kamis 15/07/2021.

 


Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P (Danrem 071/Wijayakusuma), Kombes Pol M. Firman Lukmanul Hakim S.H.,S.I.K.,Msi (Kapolresta Banyumas ), Ir. Achmad Husein (Bupati Banyumas), Letkol Inf Candra, S.E., M.I. Pol (Dandim 0701/Banyumas), dr. Budi Setiawan (Ketua DPRD Kab. Banyumas), Sunarwan, S.H., M.H. (Kajari Purwokerto), Dra Soimah SH MH (Kajari Banyumas) dan Drs. Sadewo Tri Lastiyono (Wakil Bupati Banyumas).

 

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., menyampaikan bahwa program serbuan vaksinasi kepada masyarakat ini bekerjasama dengan TNI-Polri serta pemerintah kabupaten Banyumas dan Rumkit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma, dengan target sebanyak 20.000 vaksin yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan serta sudah berlangsung di Kodim 0701/Banyumas selama tiga minggu ini.

 

Tujuan vaksinasi ini sudah jelas adalah untuk mencegah kita dari Covid-19 karena menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh. Menghentikan penyebaran Covid-19, sebab jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Serta mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19 karena setelah di vaksin dapat memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19. Terangnya.

  


Lebih lanjut di sampaikan bahwa kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi. Namun kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

 

Danrem juga menegaskan bahwa meskipun sudah di vaksin tetap penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir.

 

Kepada masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi ini harus melaksanakan protokol kesehatan, datang harus menggunakan masker, menunggu dipanggil harus jaga jarak, atau duduk ditempat yang sudah disediakan oleh petugas, terutama saat menunggu giliran agar tidak sampai terjadi kerumunan yang justru dapat menimbulkan klaster baru. Jangan lupa makan dulu sebelum di vaksin." Tegasnya. (AuL).