Dandim 0701/Banyumas Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Banyumas

Banyumas – Forkopimda Banyumas menggelar rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Wilayah kabupaten Banyumas yang diselenggarakan di ruang Joko Kaiman komplek pendopo Bupati Banyumas Jalan Kabupaten kelurahan Sokanegara kecamatan Purwokerto Timur  kabupaten Banyumas. Senin 07/06/2021.

 


Rapat dihadiri oleh Ir. H. Achmad Husain (Bupati Banyumas), ), Letkol Inf Candra,S.E.,M.I.Pol (Dandim 0701/Banyumas), Drs. Sadewo Tri Lastiyono (Wakil Bupati Banyumas), AKBP Kristanto Yoga Darmawan, S.H., S.I.K (Wakapolresta Banyumas), Ir. Wahyu Budi Saptono, M.Si (Sekda Banyumas), Pardiono, M.H. (Kasi Intel Kajari Purwokerto), Nizar. SH (Kasi Intel Kajari Banyumas), Sadiyanto, S.K.M., M.Kes. (Kadinkes Banyumas), Ir. Didi Rudwiyanto, M.Si (Aspem Sekda Kab Banyumas), Eko Heru Suroso (Kasatpol PP Kab. Banyumas), Agus Nur Hadi (Kadinhub Kab. Banyumas), Drs. Aziz Kusumanandi,M.M (Kadinporabudpar Banyumas), Ibu Titik (Kepala Pelaksana BPBD Kab. Banyumas), Drs.Setia Rahendra, M.Si (Bakesbangpol Kab. Banyumas), dr. Widyana Grehastuti Sp.OG, M.Si, Med (Direktur RSUD Ajibarang), dr Dani Esti Novia (Direktur RSUD Banyumas).

 

Bupati Banyumas menyampaikan bahwa sampai hari ini untuk angka kematian di kabupaten Banyumas masih dapat terkendali. Kita akan coba pemberlakuan kartu kepada pedagang pasar, ada kartu putih, kuning dan merah. Peringatan pertama mendapat kartu putih, kartu kuning dan merah. Jika sudah mendapat kartu merah berarti dia tidak dapat berdagang lagi. Kartu ini diberlakukan kepada pedagang yang tidak mematuhi prokes.

 

Untuk tempat Pariwisata juga akan diberlakukan kartu kepada pengelola tempat wisata. Jika sudah mendapat kartu merah maka tempat wisata itu diharuskan tutup, Ini berlaku juga untuk Mall, tempat Karaoke, Gedung bioskop, pusat keramaian, dan PKL.  Jika PKL itu bisa mengatur dirinya sendiri dan mengatur pembelinya maka silahkan berdagang.

 


Untuk tenaga kesehatan, kami lihat mereka terlalu letih. Kita akan WFH kan, tetapi tidak global, akan bertahap. Kita giliran, jumlah yang WFH maksimal 15% dari total tenaga kesehatan di kabupaten Banyumas.

 

Berkaca terhadap Polsek cilongok, para petugas itu tidak menggunakan masker pada saat di kantor. Tolong ada kewajiban, di dalam kantor tetap  memakai masker. Untuk vaksin di GOR satria mungkin bisa dihidupkan lagi, untuk orang yang mampu bisa melaksanakan vaksin secara mandiri.

 

Untuk cluster pabrik dan Kantor, PPKM Mikro harus kita tingkatkan. Terkhusus untuk masalah PKL di alun-alun Banyumas, saya ingin bicara kepada perwakilan PKL yang bisa mempengaruhi yang lain, kita buat komitmen. Mereka silahkan berdagang, tetapi harus komitmen. Jika tidak bisa akan kita tutup.

 

Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra S.E.,M.I.Pol., dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa TNI khususnya Kodim 0701/Banyumas akan mendukung kebijakan pemerintah Banyumas dalam penanganan covid-19, Kodim akan bersinergi dengan unsur terkait dalam melaksanakan kebijakan tersebut.

 


Kita akan perketat, kegiatan pasar, mall, PKL, hajatan dan keagamaan. Vaksin juga akan kita pantau secara ketat, melalui PPKM Mikro, karena di desa ada data. Fokus kita ke lansia akan kita teruskan. Penekanan harus tetap lewat PPKM Mikro, langkah langkah terukur akan terus kita laksanakan.

 

Bagi yang tidak memiliki kepentingan, dihimbau untuk tidak ke daerah yang sekarang rawan kasusnya tinggi atau yang terdapat covid-19 dengan varian baru, satgas tetap melaksanakan operasi protokol kesehatan serta patroli tentang penerapan prokes di tempat keramaian dan pada jam-jam yang rawan. Pungkasnya. (AuL).